Abstract :
PT.Wiharta Karya Agung telah berdiri lebih dari 20 tahun, seiring dengan
ketatnya persaingan, maka perusahaan ini berharap untuk dapat terus berkembang
dan bisa menjadi yang terdepan untuk industri plastik, khususnya di gresik dan
sekitarnya.Dengan sistem make to order, perusahaan ini akan sangat
membutuhkan kepercayaan customer. Untuk itu diperlukan peningkatan kinerja
dan perbaikan dalam sistem produksinya.
Urutan pengerjaannya dimulai dengan penentuan permasalahan yang akan
diangkat. Permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah
bagaimana menentukan dan menghilangkan waste yang terjadi pada produksi
plastik PT.Wiharta Karya Agung. Dengan tujuan penelitian menentukan
penyebab waste dan memberikan saran perbaikan untuk mengurangi terjadinya
waste tersebut. Selanjutnya adalah melakukan studi akan teori pendukung dan
perancangan kuisioner, kuisioner ini diharapkan dapat dapat memberikan
gambaran secara jelas mengenai keadaan perusahaan.
Selanjutnya adalah pembuatan big picture mapping, dengan big picture
mapping ini dapat menggambarkan urutan proses dan aliran informasi yang terjadi
di perusahaan. Kuisioner yang diberikan kepada beberapa karyawan perusahaan
yang bertanggung jawab di bagian masing-masing, dari kuisioner tersebut
diketahui bahwa waste yang seringkali terjadi di perusahaan adalah waiting. Waiting adalah keadaan tidak terdapat aktivitas baik itu pada produk, informasi,
maupun tenaga kerja. Sementara tool yang terpilih untuk memberikan pemetaan
terhadap proses produksi di perusahaan sesuai dengan kebutuhan akan keadaan
perusahaan adalah Process Activity Mapping. Process activity mapping
merupakan peta yang digunakan untuk menggambarkan segala aktivitas yang
terjadi selama proses produksi, dari bahan baku hingga menjadi produk jadi. Tool
ini mampu untuk mendeteksi dan mengevaluasi jenis waste yaitu antara lain
waiting, transport, inappropriate processing, dan unnecessary motion.
Dari hasil pemetaan dengan menggunakan process activity mapping
diketahui bahwa aktivitas yang termasuk value added adalah sebesar 80,5%
sementara waktu untuk transport adalah sebesar 4% dan inspeksi sebanyak 1,2%
penyimpanan 11,1% serta terjadi delay sebanyak 3,2%. Berdasarkan analisa dari
hasil pengamatan langsung di lapangan terjadinya pemborosan berupa: waiting
disebabkan oleh penumpukan pesanan, sehingga proses produksi harus menunggu
produk lain diselesaikan. Juga karena waktu set up mesin yang memakan waktu
cukup lama. Unappropriate processing disebabkan karena operator yang kurang
teliti dalam melakukan aktivitasnya. Overproduction terjadi karena kapasitas produksi tiap bagian yang berbeda jauh akibat perbedaan jam kerja yang
signifikan. Dan rekomendasi perbaikan yang paling penting adalah dengan
menambah jam kerja, dan pelatihan operator