Abstract :
Penelitian ini menguji pengaruh perilaku belajar, kecerdasan emosional dan minat
belajar mahasiswa akuntansi terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Perilaku
belajar diukur dengan kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku,
kunjungan keperpustakaan, kebiasaan menghadapi ujian, kecerdasan emosional
dan minat belajar di ukur dengan pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi,
empati dan ketrampilan sosial, sedangkan tingkat pemahaman akuntansi diukur
dengan nilai mata kuliah dibidang akuntansi. Alat analisis yang digunakan adalah
regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 11,5 for windows.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku belajar, kecerdasan emosional,
serta minat belajar dalam penelitian ini yang mempunyai pengaruh positif
terhadap tingkat pemahaman akuntansi adalah minat belajar (2,857), sedangkan
pengaruh negatif terjadi pada variabel perilaku belajar (1,111), dan kecerdasan
emosional (-1,782). Koefisien korelasi antara variabel perilaku belajar, kecerdasan
emosional, dan minat belajar dengan tingkat pemahaman akuntansi, yang
bermakna adanya keterkaitan antara tingkat pemahaman akuntansi dengan
perilaku belajar, kecerdasan emosional dan minat belajar sebesar 17,9%. Adjusted
R
2 diperoleh sebesar 0,423 yang berarti perubahan tingkat pemahaman akuntansi
dipengaruhi oleh variabel perilaku belajar, kecerdasan emosional, serta minat
belajar.
Pengaruh perilaku belajar, kecerdasan emosional dan minat belajar secara
statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi, hal
ini bisa saja disebabkan karena banyaknya faktor-faktor diluar kecerdasan
emosional yang berpengaruh dalam kehidupan individual, dalam hal ini
mahasiswa akuntansi. Banyak faktor lain yang tidak teramati dalam penelitian ini,
misalnya faktor tekanan mental, lingkungan pergaulan, trauma kegagalan,
masalah pribadi, kegiatan diluar kampus (bekerja), budaya, atau bisa saja
disebabkan perilaku belajar mahasiswa.