Abstract :
Dari beberapa hasil penelitian didapatkan bahwa keterbatasan peserta didik dalam
memahami soal matematika terutama soal cerita,merupakan salah satu penyeban hasil
belajar peserta didik sekolah dasar rendah. Di samping itu penyajian matematika yang
tidak menarik perhatian siswa menyebabkan peserta didik enggan belajar matematika,
secara perlahan-lahan akan membenci matematika. Untuk mengatasi permasalahan diatas
dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya mengajar peserta didik ke alamnya.
Peserta didik sekolah dasar masih berada dalam dunia bermain, dunia penuh keceriaan,
penuh kegembiraan, dan menyenangkan. Seharusnya pengajaran matematika dibawa ke
dunia peserta didik tersebut. Cerita salah satu bentuk permainan pasip yang disukai anak
dapat digunakan untuk mengajaran matematika. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat
dilakukan adalah dengan menyajikan soal cerita matematika dalam bentuk cerita gambar
(komik).
Permasalahan penelitian ini adalah: (1). Bagaimanakah proses pembelajaran
konsep pengurutan bilangan dengan mengunakan media komik pada peserta didik kelas
IVB SD Semen Gresik? (2). Apakah dengan pembelajaran konsep pengurutan bilangan
dengan mengunakan media komik pada peserta didik kelas IVB SD Semen Gresik dapat
mencapai Standart Ketuntasan Belajar Minimal yang ditetapkan oleh sekolah? (3).
Bagaimanakah respon peserta didik terhadap pembelajaran konsep pengurutan bilangan
dengan menggunakan media komik?
Penelitian ini menghasilkan : (1). Proses pembelajaran konsep pengurutan bilangan
dengan menggunakan media komik pada kelas IVB SD Semen Gresik dapat berjalan
lancar dan terkondisi baik. (2). Penggunaan media komik pada pengurutan bilangan dikelas
IVB SD Semen Gresik dapat mencapai SKBM yang ditentukan. (3). Peserta didik sangat
menyukai pembelajaran konsep pengurutan bilangan dengan media komik.