Abstract :
HESS Indonesia-Pangkah Ltd merupakan sebuah perusahaan eksplorasi
minyak dan gas bumi, yang memiliki sebuah menara telekomunikasi setinggi 70
meter pada fasilitas pengolahan daratnya. Menara tersebut telah dilengkapi
dengan peralatan pengaman terhadap sambaran petir. Namun, pada sekitar bulan
februari tahun 2011, dilaporkan telah terjadi sambaran pada sebuah bangunan
mushola di area Hess Indonesia-Pangkah Ltd, yang terletak sekitar 130 meter dari
menara telekomunikasi tersebut.
Sebuah analisa diperlukan untuk mengevaluasi peralatan pengaman
terhadap sambaran yang telah terpasang di menara tersebut. Evaluasi dilakukan
untuk mendapatkan daerah lindung dari peralatan pengaman yang saat ini
terpasang. Metode collection volume digunakan dalam evaluasi, untuk
mendapatkan hasil yang efektif, handal dan efisien.
Dari hasil analisa diketahui bahwa peralatan pengaman terhadap sambaran
petir yang terpasang saat ini masih kurang memadai, sehingga tiga bangunan
disekitarnya tidak termasuk dalam area perlindungan. Untuk itu perlu dilakukan
penambahan peralatan perlindungan sambaran petir pada bangunan gardu induk
A, workshop dan mushola. Penggunaan terminal udara collection volume akan
menambah tingkat perlindungan, dan meminimalisir bypass sambaran petir.
Pemasangan kabel penghantar kebawah yang memiliki nilai induktansi rendah,
akan menurunkan nilai tegangan jatuh, sehingga aman untuk peralatan di dalam
bangunan.