Abstract :
Rangkaian kegiatan, kebutuhan dan motivasi menjadi suatu performasi individu yang
memerlukan suatu rangsangan (stimulus). Bentuk rangsangan dapat digolongkan menjadi
dua, yaitu rangsangan ekonomis dan rangsangan non ekonomis. Rangsangan ekonomis
adalah suatu stimulus yang dapat menimbulkan dan meningkatkan motivasi individu
melalui pemberian atau pemenuan pada kebutuhan ekonominya, separti gaji dan
tunjangan lainnya. Rangsangan non ekonomis merupakan bentuk stimulus untuk
menumbuhkan motivasi kerja melalui penciptaan iklim kerja yang sehat dan penciptaan
mekanisme kerja kelompok serta pelimpahan wewenang dibawah kepemimpinan yang
efektif. Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui apakah motivasi, pelimpahan
wewenang, dan partisipasi anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial, (2) Untuk
mengetahui variabel mana yang dominan berpengaruh terhadap kinerja manajerial.
Penelitian ini menggunakan data primer, dengan penyebaran kuesioner yang
dibagikan kepada manajer sebagai objek penelitian, kemudian data yang diperoleh, diolah
dengan menggunakan program komputer SPSS versi 10.0. Adapun teknik analisisi yang
digunakan adalah regresi linier berganda, serta dilakukan uji hipotesis dengan
menggunakan uji F dan uji t.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama menghasilkan
pengaruh yang signifikan pada motivasi, pelimpahan wewenang dan partisipasi anggaran
terhadap kinerja manjerial. Terlihat pada hasil uji t pada variabel motivasi memiliki nilai
thitung sebesar 3,828 yang lebih besar dari ttabel 2,056. Pada variabel pelimpahan
wewenang memiliki nilai thitung sebesar 17,225 yang lebih besar dari ttabel 2,056.
Sedangkan pada variabel partisipasi anggaran nilai thitung sebesar -3,736 yang lebih besar
dari ttabel 2,056. sehingga dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh motivasi
,pelimpahan wewenang dan partisipasi anggaran terhadap kinerja manjerial. Sedangkan
hipotesis kedua menghasilkan variabel pelimpahan wewenang yang paling dominan
terhadap kinerja manjerial. Terlihat pada hasil uji t pada variabel pelimpahan wewenang
memiliki nilai thitung sebesar 17,225 yang lebih besar dari ttabel 2,056. sehingga dapat
ditarik kesimpulan terdapat variabel yang dominan terhadap kinerja manjerial. Dengan
demikian hipotesis yang diajukan oleh peneliti sesuai dengan penelitian terdahulu.