Abstract :
HESS (Indonesia-Pangkah) Ltd. merupakan perusahaan asing yang bergerak
dalam bidang industri hulu gas bumi, seiring berjalannya waktu, perusahaan ini
melakukan pengembangan dengan menambah unit produksi minyak mentah (Oil
Processing Facilities) dan unit produksi gas LPG (Liquid Petroleum Gas
Facilities). Hal ini berakibat adanya penambahan beban dari 2.8 MW menjadi 5.2
MW pada sistem pembangkitan tenaga listrik yang dimiliki oleh perusahaan
tersebut.
Dalam skripsi ini dilakukan analisa stabilitas transien dengan bantuan ETAP
Power Station 6.0, serta perancangan sistem pelepasan beban (load shedding) bila
terjadi gangguan pada sistem tenaga listrik. Jenis gangguan yang sering terjadi
pada saat operasional adalah gangguan akibat starting motor, short circuit, dan
lepasnya salah satu pembangkit.
Gangguan akibat lepasnya salah satu pembangkit pada saat aktivitas loading
crude oil mengakibatkan terjadinya under voltage 83,2%, under frequency 79%,
dan over load 121% pada pembangkit. Diperlukan adanya fast load shedding
system untuk melepas keempat motor crude oil, sehingga tegangan menjadi 87%,
frekuensi 98%, dan load demand factor 77%.