Abstract :
Bekatul merupakan lapisan terluar dari beras yang terlepas saat penggilingan dan memiliki kandungan gizi yaitu serat, karbohidrat, protein dan vitamin B kompleks yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bekatul terhadap sifat sensori dan kimia produk cookies. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan, uji organoleptik dianalisis dengan uji friedman dan uji kimia dianalisis dengan Anova dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa ada pengaruh substitusi tepung bekatul terhadap sifat sensori yang meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur cookies bekatul menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil terbaik terdapat pada substitusi (30%) dan terendah pada substitusi (50%). Hasil analisis uji kimia menunjukkan kadar protein tertinggi adalah pada perlakuan (50%) bekatul sebesar 8,19 g, kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan (100%) terigu sebesar 78.70 g, pada kadar tertinggi vitamin B1 menunjukkan perlakuan (50%) tepung bekatul sebesar 1.35 mg, sedangkan pada uji serat nilai tertinggi dihasilkan pada perlakuan (50%) tepung bekatul sebesar 11.25 g. Perlakuan terbaik cookies bekatul memiliki nilai karbohidrat rendah, tinggi protein, vitamin B1 dan serat.