Abstract :
Perkembangan bioteknologi akuakultur telah banyak mendukung berbagai teknik
untuk memanipulasi pertumbuhan ikan. Salah satunya adalah pemberian hormon
seperti prolaktin, insulin, dan hormon pertumbuhan (growth hormone/GH).
Pengaplikasian hormon pertumbuhan telah banyak dilakukan terhadap beberapa
spesies ikan seperti nila, mas, dan sidat. Sementara itu budidaya ikan gurame
merupakan usaha yang sangat potensial mengingat tingginya nilai ekonomi ikan
tersebut dan permintaan pasar yang cukup besar. Namun usaha budidaya gurame
masih terkendala dengan laju pertumbuhan ikan gurame yang secara alami cukup
lambat termasuk di dalamnya biomassa ikan dan sintasannya. Banyak cara yang
telah dilakukan untuk mengatasi lambatnya pertumbuhan ikan gurame seperti
teknik memanipulasi pertumbuhan ikan melalui pakan dengan jumlah protein
tertentu dan pemberian hormon seperti prolaktin, tiroksin, insulin dan hormon
pertumbuhan (growth hormone/GH). Penelitian ini bertujuan untuk: menguji
pengaruh hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) dengan dosis yang berbeda
terhadap sintasan dan biomassa ikan gurame. Selain itu juga untuk mengetahui
dosis optimal hormon pertumbuhan rekombinan yang memberikan pengaruh
terbaik terhadap sintasan dan biomassa ikan gurame. Penelitian ini dilakukan
dengan cara memberian hormon pertumbuhan rekombinan secara oral terhadap
ikan gurame dengan dosis yang berbeda yaitu 30mg/kg, 40 mg/kg, dan 50 mg/kg
pakan. Pemeliharaan ikan dilakukan selama Sembilan minggu dengan interval
waktu pemberian rGH satu minggu sekali. Penelitian dilakukan dengan metode
RAK (rancangan acak lengkap) dengan empat perlakuan dan tiga kelompok.
Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase sintasan, biomassa
dan parameter kualitas air sebagai data pendukung. Dari hasil penelitian didapat
bahwa persentase sintasan ikan selama masa pemeliharaan sembilan minggu
adalah 100% baik kontrol maupun yang diberi perlakuan hormon. Sementara itu,
rata-rata biomassa mutlak perlakuan A adalah 709,0g; perlakuan B adalah
739,0g; perlakuan C adalah 806,0g; dan perlakuan kontrol adalah 817,0g.
Berdasarkan sidik ragam (Analysis of Varians) ada pengaruh nyata (P>0,05) dari
pemberian rGH dengan dosis yang berbeda terhadap biomassa mutlak ikan
gurame selama pemeliharaan sembilan minggu. Berdasarkan uji lanjutan Duncan,
perlakuan terbaik adalah pada kelompok kontrol yang diberi rGH 0gr/Kg pak