Abstract :
Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan
aparatur pemerintah kepada masyarakat, namun hasilnya belum optimal. Faktor yang
mempengaruhi rendahnya kualitas pelayanan pemerintah adalah role ambiguity,
ketidak tahuan pegawai negeri sipil mengenai apa yang menjadi harapan pimpinan
akan pelayanan yang disediakan dan bagaimana cara memenuhi harapan tersebut;
poor employee job fit, ketidak sesuaian antara kemampuan yang dimiliki pegawai
dengan pekerjaan yang harus dilakukan; poor technology job fit, terlalu minim
peralatan serta teknologi yang dipergunakan akan berakibat pelayanan yang diberikan
tidak dapat sesuai dengan diharapkan; inappropriate supervisory control system,
tidak adanya sistem evaluasi dan penghargaan dalam instansi pemerintah; lack of
perceived control, ketidakmampuan pegawai dalam menyelesaikan permasalahan
yang muncul dalam proses pemberian pelayanan yang disebabkan wewenang yang
tidak mereka miliki sehingga mereka juga tidak terlatih untuk mengatasi
permasalahan yang muncul dengan lebih baik; lack of team work, tidak adanya
kerjasama antara pegawai dan pimpinan organisasi dalam memberikan pelayanan
akan berakibat buruk terhadap kinerja yang dihasilkan.
Permasalahan juga bisa diakibatkan kurang adanya dukungan pegawai Studi
kasus ini dilaksanakan September?Desember 2006. Responden adalah pejabat
struktural yang berkaitan langsung dengan penyusunan dan implementasi manajemen
strategis. Yang diambil adalah direktur, kepala bidang, dan kepala seksi. Kesimpulan
dalam penelitian ini Rumahsakit pemerintah telah mengalami perubahan yang lebih
responsif terhadap lingkungan yang kompetitif. Seberapa jauh lembaga pemerintah