Abstract :
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris bahwa model
laba yang lebih baik digunakan untuk memprediksi kondisi financial distress
suatu perusahaan daripada model arus kas. Penelitian ini menggunakan sampel
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mulai tahun 2006
sampai dengan tahun 2009 yang terdiri dari 19 perusahaan untuk model laba dan
19 perusahaan untuk model arus kas. Penelitian ini menggunakan analisis
diskriminan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model laba yang lebih baik
digunakan untuk memprediksi kondisi financial distress suatu perusahaan
daripada model arus kas.