Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui benar tidaknya indikator-indikator
kebangkrutan yaitu pertumbuhan penjualan, laba, arus kas operasi, dan total
aktiva bisa digunakan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan model
Altman (Z-Score) pada perusahaan manufaktur di BEI tahun 2008-2011.
Variabel independent terdiri dari pertumbuhan penjualan, laba, arus kas
operasi, dan total aktiva. Variabel dependent yaitu prediksi kebangkrutan
perusahaan (Z-Score). Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang
terdaftar diBEI dan sampel perusahaan manufaktur diBEI pada tahun 2008-2011
dengan metode pengambilan sampel secara porposive sampling.Teknik analisis
dalam penelitian yaitu menghitung tingkat pertumbuhan penjualan, laba, arus kas
operasi, dan total aktiva, menghitung kebangkrutan perusahaan dengan model ZScore Altman, menganalisis dengan uji asumsi korelasi yaitu uji normalitas dan
uji heteroskedatisitas, uji korelasi pearson dan uji korelasi ganda.
Selama penelitian sampel berjumlah 30 perusahaan dengan berbagai
ketegori. Sehingga hasil penelitian uji korelasi pearson menunjukkan bahwa X1
berhubungan kurang berarti, X2 berhubungan lemah, X3 tidak berhubungan, dan
X4 berhubungan lemah untuk memprediksi kebangkrutan (Z-Score) perusahaan.
Sedangkan uji korelasi ganda X1,X2,X3,X4, berhubungan secara moderat untuk
memprediksi kebangkrutan (Z-Score) perusahaan.