Abstract :
Obat high alert adalah obat yang harus diwaspadai karena dapat
menimbulkan terjadi kesalahan serius dan berisiko menimbulkan reaksi obat yang
tidak diinginkan yang dapat membahayakan pasien akibat kesalahan petugas dalam
pemberian obat high alert. Pengamatan ini bertujuan untuk menganalisa kepatuhan
petugas dalam proses penyimpanan dan pelayanan obat-obat jenis high alert.
Metode penelitian ini bersifat deskriptif, Populasi adalah seluruh petugas
Puskesmas yang membantu memberikan pelayanan kefarmasian di Puskesmas
Benjeng, dengan besar sampel 6, sampling secara total sampning, variabel adalah
kepatuhan dan pelayanan tentang obat-obat jenis high alert, instrumen dengan
menggunakan sistem check list dan observasi, dianalisis secara deskriptif. Hasil
Penelitian adalah Kepatuhan petugas terhadap penyimpanan obat hight alert
sebesar 87,5%, kepatuhan yang kurang pada 1) penyimpanan kotak obat high alert
di lakukan tidak secara terpisah dan tidak secara berdekatan dan 2) Obat high alert
diberi garis merah pada setiap kotak penyimpanan, sedangkan kepatuhan petugas
terhadap pelayanan obat hight alert sebesar 37,5%, kepatuhan yang kurang pada
1)memberikan double check sebelum menyerahkan obat, 2) memberikan informasi
cara penyimpanan 3).memberikan edukasi tanda kerusakan dan kadaluarsa obat