Abstract :
Latar Belakang: Lanjut usia (lansia) merupakan golongan usia yang mendapatkan perhatian lebih dalam dunia kesehatan, hal ini karena lansia rentan beresiko mengalami berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang masih banyak dialami oleh lansia dan masih tergolong tinggi di Indonesia yaitu penyakit gout arthritis atau asam urat. Menerapkan perilaku pencegahan penyakit gout arthritis dengan dorongan dan support dari peran keluarga, serta selalu menjaga pola konsumsi makanan pencegah dan pemicu asam urat dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit gout arthritis pada lansia. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan peran keluarga dan pola konsumsi dengan perilaku pencegahan penyakit gout arthritis pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan jenis penelitian Observasional Analitik dan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Poli Lansia Puskesmas Manyar Kabupaten Gresik. Populasi yaitu para pengunjung Poli lansia sebanyak 88 lansia. Subjek yang diambil sebanyak 52 lansia dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner peran keluarga, FFQ (Food Frequency Questionnare) dan perilaku pencegahan penyakit gout arthritis. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank, uji Korelasi Berganda dan uji Regresi Linier Berganda. Hasil: Berdasarkan analisa bivariat dengan uji spearman rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna atau signifikan antara peran keluarga (p= 0.000), pola konsumsi (p< 0.05) dengan perilaku pencegahan penyakit gout arthritis dan dengan uji korelasi berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran keluarga, pola konsumsi dengan perilaku pencegahan penyakit gout arthritis (p= 0.001). Analisa uji mulitivariat dengan uji regresi linier berganda menunjukkan variabel yang paling berpengaruh adalah peran keluarga (p= 0.000). Kesimpulan: Terdapat hubungan peran keluarga dan pola konsumsi dengan perilaku pencegahan penyakit gout arthritis pada lansia. Namun, peran keluarga lebih berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit pada lansia. Edukasi gizi kepada pasien lansia dan keluarganya sangat diperlukan sebagai sumber informasi guna melakukan pencegahan penyakit gout arthritis pada lansia di Puskesmas Manyar Kabupaten Gresik.