Abstract :
Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan Nasional, PT. Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk yang cukup besar di Indonesia haruslah meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan mendirikan sebuah pabrik baru, yaitu Pabrik Ammonia Urea (Ammurea) dengan suplai listrik dari pembangkit baru pula yaitu GGCP (Gresik Gas Cogeneration Plant) 1x26,8 MW. Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan pada pembangunan sebuah pabrik baru adalah sistem kelistrikannya. Tidak menutup kemungkinan bahwa pada sistem kelistrikan tersebut terjadi gangguan short circuit, overload, dan gangguan lainnya yang akan menyebabkan peralatan ? peralatan listrik yang terpasang menjadi rusak dan membuat sistem kelistrikan menjadi kurang handal. Oleh karena itu diperlukan koordinasi proteksi dan setting pengaman yang tepat dengan menggambarkan kurva karakteristik rele pengaman, dimana salah satu rele yang di setting adalah rele arus lebih. Pada tugas akhir ini akan dibahas koordinasi rele proteksi arus lebih pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV di PT. Petrokimia Gresik menggunakan metode perhitungan konvensional untuk dibandingkan dengan metode perhitungan dengan menggunakan metode algoritma Firefly (FF).