Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dari suatu biaya. Makna yang coba diuraikan adalah makna biaya yang telah dikorbankan untuk kegiatan tradisi berupa sedekah bumi yang ada di Desa Karangkiring dengan menggunakan metode kualitatif. Fenomenologi transendental Edmund Husserl digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif yang merupakan aliran non positivis. Informan dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak dua orang. Kesadaran informan dikupas dan digali secara mendalam dengan menggunakan teknik bracketing (epoche). Biaya yang telah dikorbankan untuk kegiatan sedekah bumi dimaknai sebagai bentuk manifestasi cinta. Manifestasi cinta dalam penelitian ini dimaknai sebagai bentuk perwujudan cinta dari masyarakat desa kepada Tuhan dan kebudayaan leluhur.