Abstract :
Apel (Malus sylvestris Mill) adalah tanaman tahunan yang berasal dari daerah subtropis.
Pada industri pengolahan sari apel, biasanya akan didapatkan limbah padat sari apel yang
tidak termanfaatkan. Pemakaian gula merah dalam pengolahan ini diharapkan selain dapat
memberikan rasa manis, aroma harum, gula merah juga dapat memberikan sumbangan
warna yang menarik sesuai untuk produk dodol apel di pasaran (kecoklatan). Pada
pengolahan dodol limbah padat sari apel ini, tepung ketan digunakan sebagai bahan
campuran dan pengikat agar diperoleh tekstur plastis yang dikehendaki. Untuk itu, tepung
ketan digunakan sebagai salah satu perlakuan.
Adapun tujuan yang diinginkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara
penambahan gula merah yang berbeda dan proporsi limbah padat sari apel : tepung beras
ketan yang berbeda terhadap kualitas dodol apel. Selain itu juga untuk mengetahui
pengaruh dari masing-masing perlakuan terhadap kualitas dodol apel.
Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial, dan terdiri
atas dua faktor dan 3 ulangan. Faktor yang dicobakan adalah faktor I : Penambahan Gula
Merah (100g, 200g, 300g) dan faktor II : Proporsi Penambahan Limbah Padat Sari Apel dan
Tepung Beras Ketan (100% : 0% ; 90% : 10% ; 80% : 20%). Peubah yang diamati dalam
penelitian ini adalah kadar air, kadar gula reduksi, lemak, abu, protein, serat kasar, pH,
bilangan peroksida, tekstur dan rendemen. Selain itu pengujian organoleptik yang diamati
adalah rasa, aroma, warna, kenampakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara penambahan gula
merah dan proporsi limbah padat sari apel : tepung beras ketan terhadap parameter
vitamin C, kadar air, protein, lemak, serat kasar, pH, dan rendemen dodol apel.
Penambahan gula merah berpengaruh nyata terhadap parameter vitamin C, kadar air,
protein, lemak, serat kasar, gula reduksi, abu, pH, rendemen, skor rasa, skor aroma, skor
warna, dan skor kenampakan. Proporsi penambahan limbah padat sari apel : tepung beras
ketan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter vitamin C, kadar air, protein, lemak,
serat kasar, gula reduksi, abu, pH, rendemen, skor aroma.
Perlakuan terbaik yang diperoleh dari penelitian yaitu perlakuan A3B3 (penambahan gula
merah 300g dan proporsi penambahan limbah padat sari apel : tepung beras ketan 500g :
200g). Yang menghasilkan dodol apel dengan kandungan vitamin C 7,13mg, kadar air
32,54 %, gula reduksi 45,52%, protein 6,17%, lemak 12,87%, serat kasar 0,65%, Abu
1,752%, pH 6,66, tekstur 42,526, rendemen 84,73%, skor rasa 2,95 (agak suka), skor
aroma 2,9 (agak suka), warna 2,87 (agak suka), dan skor kenampakan 3,05 (suka).