Institusion
Universitas Muhammadiyah Malang
Author
Budianto, Erik
Subject
BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Datestamp
2016-03-31 08:34:29
Abstract :
Penelitian ini merupakan kajian terhadap pemikiran M. Amin Abdullah sebagai upaya untuk mengembangkan kurikulum pendidikan Islam yang sampai saat ini masih bernuansa dikotomik. Sebab, keilmuan dikotomik dalam pendidikan Islam ini disinyalir menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan Islam.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), karenanya pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data primer yang digunakan adalah tulisan-tulisan hasil pemikiran M. Amin Abdullah yang berbentuk buku, jurnal, artikel maupun tulisan yang dimuat di situs pribadinya. Sementara data sekunder berasal dari hasil-hasil penelitian dan tulisan yang relevan dengan topik penelitian ini. Adapun analisis data yang digunakan adalah hermeneutik subjektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bangunan paradigma integrasi-interkoneksi tercermin dalam empat hal; (1) metafora jaring laba-laba keilmuan; (2) Trilogi epistemologi Islam (bayani, burhani, dan ‘irfani); (3) Interkoneksi segitiga hadharah; (4) Mentalitas Keilmuan. Kedua, Paradigma integrasi-interkoneksi dapat memberikan landasan filosofis-etik (epistemologi, ontologi, dan aksiologi) dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Dengan demikian, paradigma integrasi-interkoneksi sangat relevan untuk pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era perubahan sosial saat ini.