Abstract :
Penelitian ini diawali dari hasil observasi awal, ada beberapa siswa yang kesulitan dalam pembelajaran IPA pada materi rantai makanan. Siswa masih mendapat nilai rendah pada materi tersebut. Dilihat dari hasil prestasi yang diperoleh siswa untuk mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditentukan oleh guru yaitu ≥60. Dari siswa kelas IV ada 14 anak yang mendapat nilai dibawah KKM yang telah ditentukan oleh guru dan 12 anak yang mendapatkan nilai diatas KKM. Jadi siswa yang tidak tuntas sebanyak 54% dan yang tuntas sebanyak 46%. Berdasarkan hasil observasi penggunaan metode pembelajaran yang kurang inovatif, guru cenderung menggunakan metode ceramah menyebabkan siswa menjadi kurang tertarik untuk belajar sehingga siswa menjadi bosan. dengan permasalahan tersebut maka perlu adanya metode dan media yang mendukung proses belajar didalam kelas dengan menggunakan metode Examples Non Examples (Contoh dan bukan Contoh). Metode Examples dan Non Examples yaitu metode yang menggunakan media berupa gambar contoh-contoh dan bukan contoh yang dapat melibatkan keaktifan siswa serta kerjasama siswa dalam berdiskusi kelompok dalam mengidentifikasi sebuah gambar contoh-contoh dan bukan contoh rantai makanan.
Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Examples Non Examples. Data hasil belajar siswa diambil dengan menggunakan tes tulis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan metode Examples Non Examples dapat meningkat hasil belajar siswa, dari 39 ada 26 siswa yang memperoleh nilai diatas KKM dengan presentase 66,67% pada siklus I sehingga dikatakan belum tuntas belajar secara klasikal, kemudian meningkat menjadi 34 siswa yang memperoleh diatas KKM dengan presentase 87,17% di siklus 2 sehingga dikatakan tuntas secara klasikal dengan kriteria keberhasilan diatas 70%.