Abstract :
Negara Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, diantaranya adalah keanekaragaman tumbuhan yang tersebar di seluruh Indonesia, dimana tumbuhan dapat tumbuh subur termasuk tumbuhan berkhasiat obat. Masyarakat dunia saat ini telah menunjukkan kecendrungan yang kuat untuk menempuh gaya hidup kembali ke alam (back to nature), maka dalam kurun waktu yang singkat gerakan tersebut berkembang dengan pesat. Desa Angsanah merupakan salah satu desa di Kabupaten Pamekasan Madura yang masyarakatnya masih banyak menggunakan tumbuhan, baik untuk pemeliharaan kesehatan maupun untuk pengobatan, dengan demikian perlu adanya inventarisasi untuk mengetahui spesies-spesies tumbuhan berkhasiat obat yang sebenarnya ada di desa tersebut, disamping itu untuk mengetahui parameter ekologi dari masing-masing tumbuhan tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan metode pengambilan data menggunakan metode petak kuadrat di empat areal penelitian (perladangan, pemukiman, bero dan persawahan) untuk mengetahui parameter ekologi dari setiap spesies tumbuhan berkhasiat obat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan berkhasiat obat yang ditemukan sangat beraneka ragam yaitu terdiri atas 2 Divisio, 1 Subdivisio, 3 Classis, 10 Subclassis, 28 Ordo, 51 Familia, 111 Genus dan 132 Species. Di areal perladangan: untuk tumbuhan tingkat semai yang paling mendominasi adalah Cynodon dactylon Pers. (38,61 %), untuk tingkat pancang Zea mays L. (214,22 %), untuk tingkat tiang Mangifera indica L. (105,97 %) dan untuk tingkat pohon Borassus flabellifer L. (162,63 %). Di areal pemukiman: untuk tumbuhan tingkat semai yang paling mendominasi adalah Hibiscus rosa-sinensis L. (36,66 %), untuk tingkat pancang Piper retrofractum Vahl. (38,41 %), untuk tingkat tiang Mangifera indica L. (38,22 %) dan untuk tingkat pohon Cocos nucifera L. (300 %). Di areal bero: untuk tumbuhan tingkat semai yang paling mendominasi adalah Kemandhin sebuh (20,12 %), untuk tingkat pancang Alstonia scholaris R.Br. (146,56 %), untuk tingkat tiang Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Bth. (147 %) dan untuk tingkat pohon tidak ditemukan tumbuhan berkhasiat obat. Di areal persawahan: untuk tumbuhan tingkat semai yang paling mendominasi adalah Oryza sativa L. (147,20 %), untuk tingkat pancang Manihot utilissima Pohl. (184,45 %), untuk tingkat tiang Spondias dulcis Soland. ex Park. (68,67 %.) dan untuk tingkat pohon Cocos nucifera L. (300 %).