Institusion
Universitas Muhammadiyah Malang
Author
SofiÂ’i, Mokhamad Firman
Subject
HM Sociology
Datestamp
2016-05-02 02:16:02
Abstract :
23 Mei 2013 lalu merupakan hari yang penting bagi masyarakat Kota Malang, pasalnya di hari tersebut Kota Malang mengadakan pesta demokrasi yaitu pemilihan Walikota dan wakil Walikota. Bahkan jauh sebelum dimulainya pesta demokrasi tersebut hampir di semua daerah yang termasuk administrasi Kota Malang sudah dipenuhi oleh spanduk, baliho, pamflet maupun brosur para bakal calon Walikota yang jumlahnya tidak sedikit. Hal itu tentu saja semakin membuat ramai persaingan antar bakal calon Walikota yang satu dengan lainnya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunikasi politik tim sukses pasangan AJI dalam pilihan kepala daerah Kota Malang pada tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data dan penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, obsevasi dan dokumentasi. Subyek yang diwawancarai ialah Jailani (Jel) ketua tim sukses, Zamroni Koordinator lapangan, Joni Koordinator publikasi, Topo anggota keamanan pasangan H. Moch. Anton-Sutiaji (AJI). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah strukturasi Antony Giddens dengan mengidentifikasi struktur signifikasi, dominasi dan legitimasi serta masalah yang ada.
Komunikasi politik pasangan H. Moch. Anton-Sutiaji (AJI) adalah dengan menggunakan tahapan pemasaran politik segmentasi, targeting, positioning. Kegiatan kampanye politik pasangan H. Moch. Anton-Sutiaji (AJI) menggunakan kampanye massa lansung dan kampanye massa tidak langsung. Faktor yang menyebabkan kemenangan pasangan AJI antara lain adalah, penggunaan strategi kampanye yang tepat melalui direct selling, mekanisme kerja tim kampanye yang efektif, kegiatan kampanye politik yang inovatif, dan ketepatan momentum mengenai citra pasangan muda dengan isu yang sedang berkembang saat itu. Kegiatan kampanye AJI dapat digolongkan ke dalam persuasi politik sebagai retorika, dengan melihat dari aspek komunikasi satu-satu, dan proses negosiasi melalui pengadaan Ââ€kontrak politik†antara masyarakat dan pasangan AJI.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Struktur signifikasi (signification), pasangan AJI mempunyai simbol-simbol, pemaknaan, penyebutan serta wacana berupa slogan “peduli wong cilik†yang dialamatkan melalui media langsung dan media tidak langsung. Media langsung berupa banner, poster, spanduk, stiker, baleho yang berdiri tegak di pinggir jalan serta kaos yang bertuliskan pasangan AJI peduli wong cilik. Struktur penguasaan atau dominasi (domination), di sini pasangan AJI mempunyai dominasi berupa barang/hal (ekonomi). Terbukti semua biaya kegiatan kampanye atau publikasi pasangan AJI murni dari kantong pengusaha tetes tebu (Abah Anton) ini tanpa merekrut sponsor atau pihak yang mempunyai kepentingan lain. Hal ini dimaksudkan bila dana kampanye dibantu dengan pihak lain maka akan mempengaruhi APBD. Strukutur pembenaran (legitimation) yang menyangkut skema peraturan normatif, yang terungkap dalam tata hukum. Legitimasi pasangan AJI telah teruji dalam berbagai organisasi khususnya organisasi Nadhatul Ulama (NU).
Kata Kunci : Komunikasi Politik, Pilihan Kepala Daerah.