Abstract :
Kehidupan modern saat ini, mengharuskan manusia untuk melakukan effesiensi dan efektifitas dalam penggunaan sumber daya, baik sumber daya yang berasal dari alam, maupun sumber daya hasil rekayasa teknologi, satu hal lagi yang penting dalam pemanfaatan sumberdaya, bagaimanakah cara meminimalkan dampak yang akan ditimbulkan terhadap alam dan lingkungan sekitar, misalnya perancangan yang telah dilakukan oleh Wiramartas Rachmat dan Rica Budi V yang melakukan pembuatan Turbin Angin Sumbu Vertikal Type Lenz, maka perlu dilakukan pengujian kembali, untuk menghasilkan pengembangan yang lebih sempurna. Pengujian tersebut bertujuan untuk mendapatkan nilai Tip Speed Ratio (TSR) sebenarnya pada sudu turbin angin type Lenz. Sekaligus membandingkan kesesuaian antara TSR teoritik dengan hasil sebenarnya di lapangan, pengujian turbin angin ini dilakukan dengan menggunakan bantuan mobil pick-up di lapangan terbuka.
Dari hasil pengujian turbin angin sumbu vertikal type lenz yang telah dilakukan seperti dijelaskan di atas diperoleh kesimpulan, bahwa TSR (Tip Speed Ratio) / kecepatan angin rata-rata dengan besaran 0.87, hasil tersebut menunjukan bahwa pengujian turbin angin sumbu vertikal type lenz telah memenuhi asumsi dasar dengan patokan TSR antara 0,8 sampai dengan 1 sesuai dengan pemaparan (Toomey, 2007).
Walaupun penelitian tersebut telah berhasil, ada beberapa hal yang menjadi catatan yaitu :a). Perlu pengembangan lebih lanjut pada desain turbin angin sumbu vertikal type lenz ini, terutama dari segi material dan mekanisme pemasangan agar lebih diperkuat. b). Karena pada kegiatan pengujian yang telah dilakukan, baut pengunci fiberglass lepas akibat dari kurang kencangnya baut tersebut, maka perlu inspeksi yang matang sebelum dilakukan pengujian. c).Metode pengambilan data kurang akurat, perlu metode baru agar data bisa lebih valid. d). Jarak bagian bawah blade dengan generator harus diperpendek. e). Jarak yang ada dinilai terlalu panjang sehingga menimbulkan torsi yang terlalu besar pada generator. Hal ini menimbulkan gesekan antara stator dan rotor pada kecepatan angin yang tinggi (mulai terjadi pada 10 m/jam).