Abstract :
Tayangan televisi kian hari kian sarat dengan adegan kekerasan baik
dalam bentuk fisik maupun psikis bahkan untuk program anak-anak. Termasuk
salah satunya adalah tayangan Tendangan Si Madun yang setiap episode selalu
ada unsur perkelahian dengan adu tendangan. Kebanyakan orang tua tidak
menyadari kebebasan media yang kurang baik tersebut terhadap anak-anak.
Mereka hanya ikut menonton tayangan tersebut dan jarang sekali terjadi
komunikasi yang berarti untuk membahas tayangan yang sedang di tonton. Akan
tetapi anak-anak bukanlah audiens yang sama sekali tidak berdaya. Mereka
memiliki kewenangan untuk memilih program tayangan sesuai kesenangan
mereka. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengetahui pemaknaan
penonton tentang tayangan Tendangan Si Madun serta bagaimana ibu-ibu sebagai
pendidik dalam keluarga mensosialisasikan nilai-nilai yang diperoleh dari
tayangan Tendangan Si Madun tersebut kepada anak-anaknya.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalu observasi partisipatif dan
wawancara terhadap delapan subjek penelitian. Kemudian data tersebut dianalisis
dengan menggunakan analisis resepsi dan interaksionisme simbolik. Analisis
resepsi berfokus pada makna, produksi dan pengalaman khalayak dalam interaksi
mereka dengan teks media. Sedangkan interaksionisme simbolik berfokus pada
pemaknaan yang dilakukan oleh peneliti setelah berinteraksi dengan para subjek
dalam masa observasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan ibu-ibu dan anak-anak
tentang tayangan Tendangan Si Madun bergerak secara simultan dari satu posisi
ke posisi pemaknaan lainnya. Dari posisi dominant hegemonic position untuk
nilai-nilai positif, kemudian bergerak pada opositional position untuk nilai-nilai
negative dan posisi negosiated untuk realitas jurus-jurus tendangan.Secara
keseluruhan pemaknaan ibu-ibu dan anak-anak tersebut memiliki posisi yang
sama. Adapun interpretasi tersebut merupakan hasil dari pembelajaran sosial yang
diperoleh subjek dari keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitarnya.
Pengalaman yang berbeda membuat subjek melakukan pemaknaan secara berbeda
pula. Setelah mengetahui nilai-nilai social yang terdapat pada Tendangan Si
Madun, ibu-ibu mensosialisasikannya kepada anak-anak melalui proses
pendampingan ketika menonton televisi dengan berdialog baik secara formal
dengan diskusi maupun informal dengan sesekali menyampaikan disesuaikan
dengan adegan pada tayangan.
Kata kunci: pemaknaan, penonton, reception studies