Abstract :
Pendirian Perusahaan baik yang bergerak dibidang industri maupun perdagangan pada dasarnya mempunyai tujuan untuk medapatkan laba yang optimum dalam setiap periode sehingga kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin.
Perencanaan yang tepat dan efisien dalam mengelola secara optimal segala sumber yang dimiliki dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan tujuan perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut maka dirumuskan beberapa permasalahan, yaitu : (1) berapa biaya dan keuntungan perusahaan? (2)berapa peramalan penjualan dari tahun sebelumnya untuk membuat perencanaan produksi di tahun 2011? (3) berapa rencana produksi tahun 2011 berdasarkan ramalan penjualan dan kondisi faktor-faktor internal perusahaan?
Dari permasalahan tersebut, dibuat hipotesis penelitian yaitu : (1) Diduga usaha susu kedelai RISA setiap tahun mengalami kenaikan keuntungan. (2) Diduga trend penjualan Susu Kedelai RISA pada tahun 2011 akan meningkat.
Lokasi penelitian dilakukan di home industry Susu Kedelai RISA Malang yang terletak di Perum Lembah Dieng Blok G1 no 10, Kabupaten Malang. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive).
Metode analisa data yang dilakukan adalah analisis kuantitatif yang meliputi (1) analisis biaya dan keuntungan, menggambarkan besarnya jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan, penerimaan, dan keuntungan yang diperoleh. (2) analisis peramalan penjualan dengan Metode Kuadrat Terkecil (MKT) untuk mengetahui peramalan penjualan di tahun 2011 dalam rangka membuat perencanaan produksi yang tepat berdasarkan ramalan penjualan dan kondisi faktor internal perusahaan.
Home industry Susu Kedelai RISA ini adalah usaha kecil skala rumah tangga yang dimiliki oleh Ibu Susan Chairizal Susilo, yang resmi didirikan sejak tahun 2003. Usaha ini terletak di rumah pribadi nya di Perum Lembah Dieng blok G1 no 10, Kabupaten Malang. Jumlah karyawan yang bekerja di usaha kecil ini berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 2 orang pekerja untuk tukang masak dan 3 orang sebagai sales produk. Produksi susu kedelai RISA dalam sehari mebcapai 250 bungkus, dengan isi 275 ml per bungkus susu kedelai, dan dijual dengan harga Rp 1600;- di tingkat produsen. Susu kedelai RISA memiliki beberapa keunggulan, yakni tingkat kekentalan susu yang pas,tidak berbau anyir, dan rasanya yang tidak terlalu manis sehingga banyak konsumen yang menyukainya. Untuk area pemasaran, susu kedelai RISA baru dipasarkan di toko-toko dan swalayan yang berada di seputar Kota Malang. Untuk lebih memperkenalkan produknya Ibu Susan mendirikan stand khusus untuk susu kedelai dan jus buah segar yang terletak di Jl. Bromo, Kota Malang.
Dari hasil analisis biaya dan keuntungan, diperoleh data mengenai biaya variabel yang meliputi biaya bahan baku utama, bahan baku pelengkap, dan biaya pemasaran . (B) biaya tetap yang meliputi pekerja langsung, pekerja tak langsung, penyusutan dan biaya listrik air. (C) biaya total, yakni jumlah total dari biaya variabel ditambah biaya tetap, total biaya pada usaha Susu Kedelai RISA adalah Rp (D) Penerimaan . serta (E) keuntungan. Setiap tahun usaha ini terus mengalami keuntungan, meski terkadang tingkat persentase keuntunga menurun. Di tahun 2009 keuntungan yang diperoleh yakni sebesar Rp 85.278.980;- atau meningkat sekitar 54% dari tahun yang sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian pertama terbukti, bahwa usaha home industry Susu Kedelai RISA Malang mengalami keuntungan setiap tahunnya.
Analisis peramalan runtun waktu (time series), digunakan untuk mengetahui peramalan penjualan susu kedelai RISA di tahun 2011. Dari hasil perhitungan, diperoleh hasil peramalan penjualan untuk tahun 2011 sebesar 25.172 liter / tahun. Jumlah tersebut meningkat dari hasil penjualan di tahun 2009 yang sebesar 17.727 liter/ hari. Hasil peramalan tersebut dapat membuktikan bahwa hipotesis penelitian kedua benar, yakni trend penjualan susu kedelai RISA di tahun 2011 meningkat.
Berdasarkan hasil peramalan penjualan yang ditentukan, maka pemilik usaha memutuskan untuk meningkatkan jumlah produksinya sesuai hasil peramalan, yakni sebesar 25.172 liter / tahun, atau sekitar 80 liter susu kedelai per hari. Selain itu, dari segi faktor internal usahanya, pemilik juga berencana untuk menambah peralatan produksinya yakni berupa baskom, panci stainlees, dan kompor, agar dapat memenuhi jumlah produksi yang ingin dicapai. Untuk tenaga kerja, pemilik tidak berencana untuk menambah lagi, karena jumlah tenaga kerja yang ada masih bisa untuk membantu proses produksi dan penjualan susu kedelai RISA.