Abstract :
Keripik apel merupakan keripik hasil olahan buah apel yang dimasak secara khusus menggunakan mesin penggoreng hampa. Salah satu daerah yang menjadi sentra perkebunan apel adalah Malang dan Batu. Pengolahan buah apel menjadi keripik apel dengan mengubah bentuk, rasa maupun kemasan menjadi lebih inovatif dan baru akan menghasilkan nilai tambah. UD. Jayadi. Merupakan salah satu pelaku agroindustri yang mengelolah berbagai keripik buah dan sayur, pada penelitian ini peneliti lebih memfokuskan pada keripik buah apel. Penelitian ini berjudul "Analisis Nilai Tambah dan Pendapatan Agroindustri Keripik apel di UD. Jayadi (Studi Kasus: Vigour Chips- Kota Batu)". Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui proses pengolahan buah apel segar menjadi keripik apel di UD. Jayadi, (2) Mengetahui struktur biaya, penerimaan, keuntungan dan efisiensi usaha keripik apel di UD. Jayadi, dan (3) Mengetahui struktur nilai tambah keripik apel yang dikelola oleh UD. Jayadi.
Hasil penelitian analisis nilai tambah dan pendapatan agroindustri keripik apel di UD. Jayadi diketahui : (1) proses pembuatan keripik apel dimulai dengan memilih buah apel dengan usia cukup, mengupas buah apel, memotong, memasukkan hasil irisan buah apel kedalam freezer, menggoreng irisan apel dengan menggunakan mesin vaccum freeying, meniriskan keripik apel dan langkah terakhir yaitu mengemas keripik apel. (2) Biaya tetap dalam sepuluh hari kerja sebesar Rp 943.320,27. Biaya variabel sarana produksi sebesar Rp 30.852.463. Biaya variabel sarana tenaga kerja sebesar Rp 2.719.750/ Penerimaan UD. Jayadi sebesar Rp 157.201.500. UD. Jayadi memperoleh keuntungan hasil produksi keripik apel sebesar Rp 122.685.966,73. Usaha pembutan keripik apel di UD. Jayadi sangat efisien dengan nilai R/C ratio sebesar 4,55.