Abstract :
Penelitian disertasi ini bertujuan untuk memahami makna sosial burung
enggang dalam batik Suku Dayak Kalimantan Tengah dan mengetahui kesadaran
masyarakat Suku Dayak dalam menggunakan batik burung enggang. Paradigma dalam
penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial, dengan pendekatan kualitatif
dan jenis penelitian hermeneutika fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Alat analisis
data yang digunakan adalah teori makna sosial Herbert Blumer yang digunakan dalam
penelitian ini adalah tindakan, makna. Teori sociology of fashion Simmel dan teori
mitos Levi Strauss.
Makna motif burung enggang sebagai motif batik sebagai simbol tradisional
yang diagungkan berdasarkan makna yang dimaknai oleh manusia dan kelompoknya.
Makna dalam motif batik rangkong memiliki nilai kesetiaan, berkah, kepemimpinan,
kharismatik dan keindahan. Nilai-nilai tersebut mempengaruhi sikap dan perilaku
manusia, seperti: Kesetiaan, bahwa orang Dayak harus menjaga hubungan dengan
pasangan dan setia terhadap pasangan sehingga hanya maut yang bisa memisahkan.
bahwa orang Dayak mencintai keluarga dan sesama, terhasuk menghargai alam
semesta. Menjaga keluarga dan membesarkan anak-anak dengan penuh tanggung
jawab. Keberkahan, bahwa layaknya seperti burung enggang individu membawa
keberuntungan dan kebahagiaan bagi orang disekitar. Dimanapun berada menjadikan
individu yang bisa meberikan berkat bagi keluaga dan masyarakat luas. Kepemiminan,
bahwa ketiaka mengggunakan batik burung enggang seseorang diharapkan dapat
dijadikan role models sebagai individu yang mampu melindungi keluarga dan orang
lain disekitarnya. Memiliki sikap pantang menyerah terhadap permasalahan yang
dihadapi, dan terus berjuang dijalan kebenaran. Individu juga harus seorang yang
cerdik dalam arti positif. Kharismatik, bahwa seseorang memiliki kewibawaan
menjadikan individu memanancarkan jiwa seorang Dayak yang tergambar dalam
perilaku adil, dapat memberi perlindungan, memberikan rasa aman dan bentuk bakti
serta menghormati orang lain. Keelokan, bahwa burung enggang tidak hanya tampak
gagah dan perkasa, namun memiliki keindahan yang tergambar dari bentuk paruh dan
jambul yang berwarna cerah. Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang memahami
nilai-nilai motif batik memberikan rasa bangga saat mengenakan pakaian batik dan
berlomba-lomba memakainya. Batik burung enggang bukan hanya sekedar hiasan
tetapi merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai atau falsafah hidup
yang harus dijadikan pedoman berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.