DETAIL DOCUMENT
MAKNA SOSIAL BURUNG ENGGANG DALAM BATIK MASYARAKAT DAYAK KALIMANTAN TENGAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Malang
Author
AQUARINI, AQUARINI
Subject
HM Sociology 
Datestamp
2023-01-03 02:45:15 
Abstract :
Penelitian disertasi ini bertujuan untuk memahami makna sosial burung enggang dalam batik Suku Dayak Kalimantan Tengah dan mengetahui kesadaran masyarakat Suku Dayak dalam menggunakan batik burung enggang. Paradigma dalam penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial, dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian hermeneutika fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Alat analisis data yang digunakan adalah teori makna sosial Herbert Blumer yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan, makna. Teori sociology of fashion Simmel dan teori mitos Levi Strauss. Makna motif burung enggang sebagai motif batik sebagai simbol tradisional yang diagungkan berdasarkan makna yang dimaknai oleh manusia dan kelompoknya. Makna dalam motif batik rangkong memiliki nilai kesetiaan, berkah, kepemimpinan, kharismatik dan keindahan. Nilai-nilai tersebut mempengaruhi sikap dan perilaku manusia, seperti: Kesetiaan, bahwa orang Dayak harus menjaga hubungan dengan pasangan dan setia terhadap pasangan sehingga hanya maut yang bisa memisahkan. bahwa orang Dayak mencintai keluarga dan sesama, terhasuk menghargai alam semesta. Menjaga keluarga dan membesarkan anak-anak dengan penuh tanggung jawab. Keberkahan, bahwa layaknya seperti burung enggang individu membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi orang disekitar. Dimanapun berada menjadikan individu yang bisa meberikan berkat bagi keluaga dan masyarakat luas. Kepemiminan, bahwa ketiaka mengggunakan batik burung enggang seseorang diharapkan dapat dijadikan role models sebagai individu yang mampu melindungi keluarga dan orang lain disekitarnya. Memiliki sikap pantang menyerah terhadap permasalahan yang dihadapi, dan terus berjuang dijalan kebenaran. Individu juga harus seorang yang cerdik dalam arti positif. Kharismatik, bahwa seseorang memiliki kewibawaan menjadikan individu memanancarkan jiwa seorang Dayak yang tergambar dalam perilaku adil, dapat memberi perlindungan, memberikan rasa aman dan bentuk bakti serta menghormati orang lain. Keelokan, bahwa burung enggang tidak hanya tampak gagah dan perkasa, namun memiliki keindahan yang tergambar dari bentuk paruh dan jambul yang berwarna cerah. Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang memahami nilai-nilai motif batik memberikan rasa bangga saat mengenakan pakaian batik dan berlomba-lomba memakainya. Batik burung enggang bukan hanya sekedar hiasan tetapi merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai atau falsafah hidup yang harus dijadikan pedoman berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Malang