Abstract :
Terdapat banyak kejadian kelainan pada tajan penglihatan yang dapat menurunkan kualitas hidup, salah satu penyakit mata yang dapat mengganggu tajam penglihatan adalah pterygium. Angka pterygium meningkat pada daerah khatulistiwa, salah satunya Indonesia. Pterygium merupakan penyakit mata kedua yang paling umum setelah katarak. Pemicu tidak hanya dari etiologinya saja namun juga terdapat faktor resiko. Diantaranya faktor resiko usia dan jenis kelamin yang termasuk faktor yang tidak bisa kita kontrol. Pterygium meningkat dengan bertambahnya usia hal ini diduga berhubungan dengan perubahan fisiologis dan akumulasi paparan yang lama dari UV, dan pterygium juga meningkat pada laki-laki karena laki-laki, karena laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas diluar ruangan sehingga lebih banyak terpapar sinar UV yang merupakan etiologi utama dari pterygium.