Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh CAR, LDR, NIM dan BO/PO terhadap pencapaian profitabilitas yang diukur dengan ROA. Alat analisis yang
digunakan untuk mengetahui besarnya masing-masing rasio adalah dengan melakukan perhitungan dengan hasil persentase untuk mengetahui peringkat perbankan go publik berdasarkan variabel ROA, CAR, LDR, NIM dan BO/PO dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh CAR, LDR, NIM dan BO/PO terhadap pencapaian profitabilitas yang diukur dengan rasio ROA digunakan analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, koefisien determinasi serta uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji autokorelasi, uji
multikolinieritas dan uji heterokestisitas.
Hasil analisis berdasarkan perhitungan dengan hasil persentase dapat disimpulkan bahwa pencapaian laba yang diukur dengan rasio ROA dari tahun 2004 ke 2005 mengalami
penurunan. Sedangkan hasil analisis dengan menggunakan uji statistik diketahui bahwa variabel CAR , NIM, LDR dan BOPO secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan
terhadap profitabilitas yang diukur dengan rasio ROA pada perbankan go publik di BEJ.
Variabel CAR, LDR, NIM dan BO/PO mempunyai kontribusi yang besar dalam menjelaskan pencapaian profitabilitas ROA pada perbankan go publik di BEJ. Meningkatnya CAR dengan
adanya kecukupan permodalan bank yang meningkat maka bank mampu menutupi penurunan aktiva sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank yang timbul akibat aktiva yang
mengandung resiko. Meningkatnya LDR dengan adanya peranan kredit dalam menghasilkan pendapatan bunga yang meningkat maka bank mampu membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditas bank bersangkutan. Meningkatnya NIM dengan adanya kemampuan bank dalam menghasilkan penggunaan bunga bersih dengan penggunaan keseluruhan aktiva produktif yang dimiliki, maka bank dapat dikatakan efisiensi. Sedangkan menurunnya BO/PO menunjukkan adanya kemampuan perbankan menghasilkan pendapatan operasional dengan meminimalkan beban operasional bank, maka bank dapat dikatakan efisiensi. Dari masing-masing penjelasan tersebut, pada akhirnya akan membuat perbankan memiliki kemampuan dalam menghasilkan keuntungan dengan penggunaan keseluruhan assets perusahaan yang dimiliki. Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa keseluruhan pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini terpenuhi pada model regresi.