Abstract :
Heat exchanger atau alat penukar panas digunakanuntuk memindahkan beberapa jumlah energi panas diantara satu atau dua fluida yang lain. Perpindahan panas, terjadi dari proses fluida yang memiliki suhu temperatur lebih tinggi ke fluida lain yang memiliki suhu temperatur lebih rendah. Dikarenakan baffle mempengaruhi koefisien, laju aliran, dan efektivitas, dalam pengoptimalan kinerja heat exchanger, maka akan dilakukan penelitian tentang pengaruh konfigurasi desain baffle. Tujuan dari penelitian yakni untuk mengetahui pengaruh konfigurasi desain baffle terhadap pressure drop, koefisien perpindahan panas menyeluruh dan efektivitas yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan eksperimental dengan melakukan pembuatan serta menguji konfigurasi desain baffle dengan sudut 450, 600, 900 serta letak baffle yang searah, berlawanan arah, kombinasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konfigurasi baffle berpengaruh terhadap pressure drop, koefisien perpindahan panas serta efektivitas. Koefisien perpindahan panas menyeluruh dan efektivitas tertinggi, terjadi pada konfigurasi desain bafflei berlawanan dengan hasil sebesar 0,645 kW/m2.0C dengan efektivitas sebesar 21,42%.