Abstract :
Motivasi belajar yang tumbuh dari siswa dapat dirangsang atau dipicu oleh
kehadiran guru dan kepala sekolah. Kepala sekolah dan guru dapat bersinergi
membangkitkan, membangun dan menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran. Motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah
Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Way Jepara Lampung Timur tergolong rendah
dilihat dari tingkat kehadiran dan partsipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Tingkat kehadiran siswa rata ? rata dalam 2 tahun terakhir kurang dari 70 %.
Rendahnya motivasi belajar ini diindikasikan oleh kepempimpinan pembelajaran
kepala sekolah dan kinera guru yang selama ini tidak berjalan dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan
pembelajaran kepala sekolah terhadap motivasi belajar siswa, pengaruh kinerja
guru terhadap motivasi belajar siswa dan pengaruh kepemimpinan pembelajaran
kepala sekolah dan kinerja guru secara simultan terhadap motivasi belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan causal comparative.
Pengumpulan data primer penelitian menggunakan kuisioner atau angket dan
selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan
bantuan SPSS versi 26. Dari hasil analisis data diperoleh tidak terdapat hubungan
positif kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah terhadap motivasi belajar
siswa tetapi kinerja guru memiliki pengaruh postif terhadap motivasi belajar siswa
sedangkan kepmimpinan pembelajaran kepala sekolah dan kinera guru secara
simultas berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa