Abstract :
Dakwah merupakan bagian yang sangat esensial dalam kehidupan
seorang muslim, dimana esensinya berada pada ajakan dorongan (motivasi), rangsangan serta bimbingan terhadap orang lain untuk. menerima ajaran agama Islam dengan penuh kesadaran demi keuntungan dirinya dan bukan untuk kepentingan pengajaknya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa strategi dakwah Sultan Muhammad Al-Fatih dalam menyebarkan Islam di Romawi Timur.
Penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan model penelitian studi kasus eksplanatoris.Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang yang digunakan pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah
eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Setelah melalui kajian yang relatif padat dan berlangsung secara terns menerus tentang bagaimana strategi dakwah Sultan Muhammad Al-Fatih dalam menyebarkan Islam di Romawi Timur, maka di dalam penelitian ini dapat diambil
kesimpulan bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih dalam mendakwahkan Islam di wilayah Romawi Timur menggunakan strategi dakwah yang sangat menakjubkan dengan melalui pendeketan struktural. Dari pendekatan struktural Sultan Muhammad Al Fatih benar-benar memainkan perannya sebagai seorang
penguasa, dengan jihad memerangi orang-orang kafir dan menaklukan wilayah kekuasaannya sehingga dakwah Islam menyebar secara optimal. Melalui langkah-langkah penaklukan, Sultan Muhammad Al-Fatih membangun sistem pemerintahan yang sesuai dengan syariat Islam dan membangun lembaga-lembaga pendidikan. Dengan langkah-langkah tersebut, Sultan Muhammad Al-Fatih mampu mendakwahkan Islam di wilayah Romawi Timur. Selain itu juga, Sultan Muhammad Al-Fatih menciptakan peradaban Islam yang majemuk, dengan menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan budaya dan agama, Saran yang dapat disampaikan adalah Bagi para da'i teruslah mengkaji
perjalanan dakwah dan strategi dakwah para penerus risalah yang telah menjadi sejarah. Seperti para Nabi dan Rasul, para sahabat, para khalifah atau pemimpin Islam dan para ulama dalam berdakwah dengan menggunakan strategi dakwah
yang beragam, untuk dijadikan sebagai contoh dan perbandingan sehingga dapat mencapai hasil yang optimal dalam mendakwahkan ajaran Islam.