Abstract :
Permasalahan dalam penelitian ini dalam usaha menghadapi pejajahan
Belanda di Lampung Raden Intan II banyak mengalami rintangan. Tujuan
penelitian ini: 1) Untuk mendeskripsikan kondisi politik dan ekonomi di Lampung
pada saat kedatangan Belanda 1816-1856; 2) Untuk mendeskripsikan peranan
Raden Intan II dalam usaha menghadapi perlawanan Belanda 1835-1856; 3)
Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Raden Intan II dalam
usaha menghadapi perlawanan Belanda 1835-1856. Metode penelitian
menggunakan metode historis dengan tahapan heuristik, studi kepustakaan,
kritik sumber, interpetasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa
pada abad ke 19 kondisi Lampung melalui besluit tanggal 22 November 1808
dijadikan daerah yang langsung dibawah gubernur Belanda. Hal tersebut
ditentang oleh rakyat Lampung, dan terjadi perlawanan yang dimulai oleh
pangeran Indra Kusuma hingga puncaknya yang di pimpin oleh Raden Intan II.
Raden Intan II merupakan sosok pejuang Lampung beliau merupakan putra dari
Raden Imba II, cucu dari Raden Intan I. keluarga mereka semua menentang
Belanda. Mereka merupakan keluarga pejuang dari Keratuan Darah Putih.
Raden Intan II memiliki peran basar dalam perlawanan rakyat Lampung abad 19.