Abstract :
Umbi gadung (Dioscorea hispida Dennust) merupakan salah satu
tumbuhan yang memiliki senyawa yang dapat digunakan sebagai insektisida nabati. Kandungan pada umbi gadung terdapat zat Alkaloid yang disebut Dioscorin (N). dimana apabila zat ini terkonsumsi dalam tubuh walau dalam kadar yang rendah sekali akan menyebabkan pusing. Efek pertama berupa rasa tidak
nyaman di tenggorokan, yang berangsur menjadi rasa terbakar, diikuti oleh pusing, muntah darah, rasa tercekik, mengantuk dan kelelahan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi dosis ekstrak umbi gadung (Dioscorea hispida Dennust) terhadap mortalitas larva nyamuk (Aedes aegypti). Untuk mengetahui dosis ekstrak umbi gadung (Dioscorea hispida
Dennust) yang memberikan pengaruh terbaik terhadap mortalitas larva nyamuk (Aedes aegypti). Untuk penelitian pengaruh ekstrak umbi gadung (Dioscorea hispida Dennust) terhadap mortalitas larva nyamuk (Aedes aegypti) dapat
dimanfaatkan sebagai rancangan sumber belajar Biologi kelas X semester genap dalam kajian materi animalia dalam bentuk LKPS (Lembar Kerja Pratikum Siswa).
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 1 perlakuan kontrol artinya tidak diberi dosis ekstrak umbi gadung (Dioscorea hispida Dennust) yang dijadikan sebagai kontrol. Dosis yang
digunakan yaitu PO = 0%, P1 = 10%, P2 = 20%, dan P3 = 30%. Parameter yang diamati adalah mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti.
Hasil penelitian diuji dengan menggunakan teknik statistik anava Nonparametrik satu arah atau yang dikenal dengan uji
Kruskal Wallis.
Berdasarkan uji Kruskal-Wallis yang telah dilakukan menunjukkan, hasilnya hasilnya X hitung 27,13 > X2 tabel 19,7 pada ? 0.05 pada table chi-square dengan demikian H
ditolak dan H diterima bahwa ada pengaruh larutan umbi gadung (Dioscorea hispida Dennuts) terhadap mortalitas larva nyamuk (Aedes aegypti). Pengaruh paling besar terhadap Mortalitas larva nyamuk aedes aegypti yaitu pada perlakuan 30% larutan umbi gadung (Dioscorea hispida Dennust). Hasil validasi sumber belajar menunjukkan bahwa sumber belajar berupa lembar kerja praktikum siswa yang dikembangkan layak untuk dijadikan sebagai sumber belajar biologi.