Abstract :
Investasi merupakan aktivitas yang sering dihadapkan pada berbagai macam
resiko dan ketidak pastian, untuk meminimalisir resiko dan ketidak pastian yang
nanti terjadi investor harus memiliki informasi keuangan. Informasi keuangan
perusahaan didapat dalam laporan keuangan yang merupakan hasil refleksi dari
sekian banyak transaksi dalam suatu perusahaan, laporan keuangan ini disusun
dan ditafsirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak lain yang mempunyai
kepentingan dengan data keuangan perusahaan seperti Investor. Investor juga
harus lebih meneliti Informasi perusahaan yang ingin ia investasikan, apakah
sedang mengalami kerugian yang akan menyebabkan perusahaan tersebut
berada dalam kondisi financial distress atau parahnya terancam kebangkrutan.
Kondisi kebangkrutan perusahaan dapat diukur dengan melakukan analisis
terhadap laporan keuangan perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya dengan
mengunakan alat Multiple Discriminan Analisis Z-Score, Z-Score ini ialah bentuk
analisis keuangan yang menggunakan rasio-rasio keuangan yang dikombinasikan
menjadi persamaan matematis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan
prediksi kebangkrutan model Altman dan Foster, apakah laporan keuangan
sebelum terjadi kebangkrutan dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan,
dan mengetahui metode yang lebih akurat dalam memprediksi kebangkrutan pada
perusahaan sub sektor Otomotif dan Komponen. Dalam penelitian ini
mengunakan metode pengumpulan data Dokumentasi dan Studi kepustakaan.
Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan periode
pengamatan 2016-2018 dengan sempel 12 perusahaan per tahun. Teknik analisis
dengan mengunakan metode Altman dan Foster dengan uji t dua sampel
berpasangan sebagai alat uji hipotesis dan Tipe error untuk melihat keakuratan
kedua metode Altman dan Foster. Berdasarkan hasil analisis model Z-Score
Altman dan Foster perusahaan Otomotif dan Komponen tahun 2016-2018 dapat
disimpulakan bahwa terbukti model keuangan Altman dan Foster dapat
memprediksi kebangkrutan dan laporan keuangan sebelum terjadi kebangkrutan
dapat digunakan untuk mengukur tingkat kebangkrutan, kemudian dengan uji
hipotesis didapat bahwa tidak terdapat perbedaan hasil perediksi kebangkrutan
model Altman dan Foster, dan didapat keakuratan metode perediksi kebangkrutan
Altman 56% dan Foster 100%.