Abstract :
Kebutuhan daging sapi terus meningkat sehingga memerlukan peningkatan
produksi daging sapi lokal untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan bisnis sapi
potong dilihat dari aspek finansial dan nonfinansial.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data yang
diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya dianalisis dengan analisis data
deskriptif kuantitatif menggunakan rumus NPV, Net B/C, IRR, Pay Back Periode,
dan BEP.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggemukan sapi
potong milik bapak Romi dijalankan dengan melihat besarnya peluang pada
aspek pasar. Pada aspek teknis usaha penggemukan sapi potong Bapak Romi
juga telah dilakukan dengan baik, Bapak Romi memilih bakalan sapi dengan
kualitas yang unggul. Usaha penggemukan juga telah menggunakan mesinmesin
modern. Dilihat dari aspek lingkungan bahwa penggemukan sapi yang
didirikan Bapak Romi telah dibuat dengan mengindahkan aspek lingkungan
dengan menjauhi rumah warga agar tidak terkena polusi dari kotoran sapi. Hasil
analisis resiko bahwa penanganan resiko pada penggemukan sapi potong Bapak
Romi dilakukan dengan baik yakni dengan mengobati sapi yang sakit dengan
tepat sehingga sapi cepat pulih kembali dan sehat seperti sedia kala, resiko
kematian pun dapat dihindari dengan segera merawat sapi yang sakit atau
segera menjualnya ke pembeli sebelum mati. Resiko harga pasar yang menurun
akibat adanya impor daging sapi dapat dihadapi dengan mengikuti harga pasar.
Sedangkan resiko bakalan sapi yang gagal tumbuh dalam penggemukan sapi
milik Bapak Romi dihadapi dengan membeli bakalan yang berasal dari indukan
yang berkualitas unggul dan cepat besar. Hasil analisis kelayakan usaha melalui
analisis Payback Periode, NPV, IRR, Net B/C dan BEP dinyatakan
menguntungkan bagi pengusaha dari segi aspek finansialnya sehingga dapat di
katakan bahwa usaha penggemukan sapi potong Bapak Romi layak untuk
dikembangkan.