Abstract :
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui implementasi pembelajaran inkuiri
dalam pembelajaran IPA dapat menumbuhkan motivasi siswa. (2) Mengetahui
implementasi pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan
hasil belajar kognitif siswa. Pada penelitian ini menggunakan populasi terjangkau,
yaitu siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Sekampung dengan jumlah siswa 12
orang. Adapun teknik analisa data yang akan dipakai untuk analisis data observasi
tentang keterlaksanaan pembelajaran IPA materi Klasifikasi Benda dan analisis
data tes. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut: (1) Pembelajaran IPA dengan penerapan Metode
Pembelajaran Inkuiri pada kelas VII MTs Muhammadiyah Sekampung tahun
ajaran 2019/2020 dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah yaitu (1)
orientasi, (2) merumuskan masalah, (3) merumuskan hipotesis, (4) mengumpulkan
data, (5) menguji hipotesis melalui eksperimen, dan (6) merumuskan kesimpulan.
(2) Melalui Metode Pembelajaran Inkuiri terbukti dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Sekampung Tahun pelajaran
2019/2020. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket motivasi belajar siswa.
Sebelum tindakan rata-rata motivasi siswa kriterianya sedang (rata-rata nilai 37,4),
pada siklus I rata-rata motivasi belajar siswa kriterianya masih sedang (rata-rata
nilai 42,2), dan pada sikus II rata-rata motivasi belajar siswa kriterianya tinggi (ratarata
nilai
46,4).
Siswa
yang
semula
malas
dan
tidak
bersemangat
dalam
mengikuti
kegiatan
pembelajaran
menjadi
lebih
termotivasi
dan
fokus
dalam
pembelajaran.
(3)
Peningkatan
motivasi
belajar
siswa
melalui
Metode
Pembelajaran
Inkuiri
juga
diikuti
dengan meningkatnya hasil belajar siswa kelas VII MTs Muhammadiyah
Sekampung Tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat terlihat dengan adanya
peningkatan nilai rata-rata kelas, yaitu sebelum tindakan nilai rata-rata kelas
sebesar 65,45; siklus I naik menjadi 72,15; dan pada siklus II naik menjadi 81.
Untuk siswa tuntas belajar dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 65, pada tes
pra siklus 35%, tes siklus I 75% dan pada tes siklus II 85% siswa sudah mencapai
ketuntasan belajar.