Abstract :
Pemekaran daerah merupakan pembagian kewenangan administratif dari satu wilayah
menjadi dua atau beberapa wilayah. Pembagian tersebut juga menyangkut luas wilayah
maupun jumlah penduduk sehingga lebih mengecil. Hal ini tentunya mempunyai pengaruh
terhadap dinamika sosial masyaraka. dan pengaruh ini menyebapkan perubahan secara
cepat maupun lambat dri berbagai bidang.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah: 1).untuk mendeskripsikan pengaruh
pemekaran daerah terhadap dinamika sosial masyarakat kota metro tahun 2000-2019.
2).Mengetahui faktor penghambat, faktor pendukung dinamika sosial dan tantangan yang
dihadapi masyarakat kota metro setelah pemekaran.
Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data dan sumber data diperoleh dari
buku, tokoh-tokoh pemerintahan sebagai narasumber, dokumentasi, dan sumber-sumber
lainya yang dapat membantu dalam mengumpulkan informasi data penelitian. Prosedur
pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data.
Teknik analisa data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan dan Verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui
keterpercayaan, keteralihan, dapat dipertanggungjawabkan.
Pada saat awal Kota Metro menjadi daerah otonom baru hal ini banyak sekali
perubahan yang terjadi seperti pegendalian sosial, pengendalian sosial ada dua yaitu
pengendalian sosial formal (sekolah) non formal (lembaga agama) dan tentunya peran
lembaga pengendalian sosial pada saat itu mengalami kendala karena Kota Metro masih
dalam tahap transisi atau tahap pembangunan menjadi sebuh kota yang maju sehingga
banyak sekali pembangunan-pembangunan yang dilakukan tidak hanya itu saja mengenai
mobilitas sosial masyarakat Kota Metro seperti pekerjaanpun mengalami perubahan yang
awalnya sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Kota Metro
kini banyak sekali masyarakatnya yang beralih pada sektor jasa dan perdagangan hal itu
disebabkan pada saat Kota Metro berdiri mempunyai cita-cita untuk menjadi kota pendidikan
sehingga terjadinya perubahan dalam bidang pekerjaan masyarakatnya. Tetapi saat ini
perkembangan pengendalian sosial masyarakat Kota Metro baik formal dan non formal
sudah cukup baik mengalami kemajua seperti fasilitas maupun sarana dan prasarananya.
Faktor pendorong dinamika sosial di Kota Metro sangat banyak sekali seperti, pendidikan
yang semakin maju dan banyak sekali penemuan-penemuan baru dalam bidang teknologi
dan yang lainya. Kemudia Faktor penghambat dinamika sosial masyarakat Kota Metro
seperti sumber daya manusia di Kota Metro rata-rata masih sulit untuk mengembangkan
potensi dirinya karena sumber daya manusian merupakan faktor utama dalam suatu
pembangunaan dalam suatu daerah jika sumberdaya manusianya maju maka maju juga
dalam hal apaun. yang terahir adalah tantangan yang dihadapi Kota Metro adanya bonus
demografi yaitu lebih banyaknya usia produktif dari pada usia orang tua dan hal itu
mejadikan sebuah tantangan bagi pemerintah Kota Metro karena dengan banyaknya usia
produktif itu harus disertai dengan kemampuan dan keahlian serta pengetahuan yang baik
sehingga mampu terserap dengan baik dengan adanya usia produktif tersebut.