Abstract :
Pada zaman penjajahan Belanda, Kecamatan Bekri yang merupakan
salah satu kecamatan di Lampung Tengah, merupakan wilayah yang Onder
Afdeling yang dikepalai leh seorang Contoleur berkebangsaan Belanda dan
dalam pelaksanaannya dibantu oleh seorang Demang bangsa pribumi yaitu
Onder Distrik Sukadana, Onder Distrik Labuhan Maringgai, dan Onder Distrik
Gunung Sugih. Dari ketiga Onder Distrik itulah, wilayah Bekri berada pada Onder
Distrik Gunung Sugih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
potensi cagar budaya peninggalan masa penjajahan Belanda di Kecamatan
Bekri Kabupaten Lampung Tengah dan untuk mendeskripsikan inventarisasi
penginggalan masa penjajahan Belanda dapat dijadikan sumber sejarah lokal.
Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PTPN VII
Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah. Peneliti bertindak sebagai
pengamat dan pengumpul data penelitian. Data dalam penelitian diperoleh
melalui metode wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan
teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa potensi cagar budaya
merupakan segala daya yang dapat dikembangkan dari objek/benda. Potensi
cagar budaya merupakan segala kemungkinan benda atau objek (bangunan
alam) yang dapat dikatakan sebagai cagar budaya. Potensi cagar budaya yang
ada di PTPN VII Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah yakni Bedeng
panjeng, cerobong asap, mesin digester, rumah manajer, sumur, gedung
kesenian, rumah panggung, dan kontor afdeling. Bangunan tersebut merupakan
potensi cagar budaya yang ada di Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung
Tengah terutama di lingkup PTPN VII. Potensi cagar budaya tersebut dapat
dijadikan sumber sejarah lokal yang merupakan peninggalan pada masa
penjajahan Belanda. Hal tersebut mengandung nilai penting dalam kehidupan
masyarakat Bekri dan sekitarnya.