Abstract :
Investasi merupakan kunci utama dalam mencapai peningkatan
pertumbuhan ekonomi yang tercermin dari kemampuan meningkatkan laju
pertumbuhan dan tingkat pendapatan. Semakin besar investasi suatu negara
maka semakin besar pula tingkat pertumbuhan ekonomi yang bisa dicapai.
Dalam penelitian ini penulis memilih perusahaan LQ45 sebagai objek penelitian.
Indeks saham LQ45 dipilih karena merupakan saham yang cukup diminati oleh
para investor. Hal ini karena saham LQ45 mempunyai likuiditas dan nilai
kapitalisasi pasar yang tinggi. Tetapi pada saat ini indeks saham LQ45
mengalami penurunan yang tidak stabil dilihat sejak tahun 2019 sebesar 3,2%,
tahun 2020 sebesar -7,8%, tahun 2021 -2,5% (IDX, 2021). Penelitian ini
dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk
mengetahui saham apa saja yang masuk kedalam kandidat portofolio optimal.
untuk mengetahui berapa besar proporsi masing-masing saham. Dan juga untuk
mengetahui return dan risiko yang akan diterima. Populasi yang digunakan
dalam penelitian ini adalah 45 saham perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia periode 2019-2021. Pemilihan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel
dengan pertimbangan atau kriteria tertentu Sugiyono (2010). Dengan kriteria
yaitu Perusahaan yang aktif dan konsisten terdaftar pada Indeks LQ45 selama
periode 2019-2021 yang berjumlah 34 saham perusahaan. Bedasarkan analisis
yang telah dilakukan dengan menghitung menggunakan rumus pada Microsoft
excel maka hasil dalam penelitian ini yaitu dari 34 sampel saham perusahaan
LQ45 terdapat 4 saham perusahaan yang menjadi kandidat dalam portofolio
optimal yaitu Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), Erajaya Swasembada
Tbk. (ERAA), Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan XL Axiata Tbk.(EXCL). Dari 4
perusahaan tersebut memiliki proporsi setiap saham yang terpilih adalah ANTM
tertinggi sebesar 0,3669 (36,7%), kemudian INCO sebesar 0,2556 (25,6%),
ERAA sebesar 0,2182 (21,8%), dan EXCL sebesar 0,1593 (15,9%). Dari sahamsaham
yang membentuk portofolio optimal memiliki return sebesar 0,0333
(3,33%) dan risiko sebesar 0,0459 (4,59%).