Abstract :
Masih terdapat jurnalis yang kurang
bisa membangun dan memelihara jejaring dan lobi, sehingga kesulitan dalam
memasarkan hasil surat kabar. Masih terdapat jurnalis yang kurang menguasai bahasa
baik dalam penulisan pemberitaan dan dalam percakapan sehari-hari masih terapat yang
menggunakan bahasa pergaulan (lo gua) kepada orang yang lebih tua atau pejabat.
Masih terdapat jurnalis yang kurang mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi
(fakta dan data) dan informasi bahan berita sehingga dapat penulisan berita melupakan
unsur 5 W 1 H (what, who, when, why, where, dan how). Masih ada jurnalis yang malas
dalam menyunting berita, sehingga hasil realise berita tidak di sunting namun langsung
dikirimkan ke redaksi. Masih jarang jurnalis yang dapat merancang rubrik atau kanal
halaman pemberitaan dan atau slot program pemberitaan.
Populasi sebanyak 49 orang termasuk peneliti dengan sampel yang digunakan
sebanyak 49 responden. Pengambilan data ini dengan mengunakan quisioner sebagai
alat bantu penelitian.