Abstract :
ABSTRAK
Suprianto. 2023. Tinjauan Historis Pengaruh Inflasi Terhadap Ketahanan
Nasional Tahun 1945 ? 1950. Skripsi Jurusan Pendidikan IPS. Program
Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Muhammadiyah Metro. Pembimbing (1) Bobi Hidayat, S. Pd.
M.Pd., (2) Umi Hartati, M.Pd.
Kata Kunci : Inflasi, Uang, Ekonomi, dan Ketahanan Nasional.
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh sejarah inflasi di Indonesia yang
dialami pada masa awal kemerdekaan negara Indonesia. Terdapat beberapa hal
yang tidak tercatat dengan sempurna dan terdapat beberapa bagian yang perlu
diketahui. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk (1) Mempelajari keadaan
ekonomi Indonesia tahun 1945 ? 1950; (2) Mengetahui sistem ekonomi
Indonesia tahun 1945 ? 1950; (3) Memahami latar belakang inflasi Indonesia
tahun 1945 ? 1950); (4) Meneliti usaha pemerintah untuk menahan laju inflasi
Indonesia tahun 1945 ? 1950; (5) Mengidentifikasi dampak inflasi terhadap
ketahanan nasional tahun 1945 ? 1950.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode sejarah kritis menurut Louis
Gottschalk. Adapun tahapan ? tahapan penulisan antara lain: 1) Heuristik yaitu
pencarian atau pengumpulan sumber ? sumber sejarah; 2) Kritik sumber /
Verifikasi dengan melakukan kritik ekstern dan intern untuk menentukan validitas
(keaslian sumber) dan kredibilitas sumber; 3) Analisis sumber / Interpretasi yaitu
menafsirkan dan menganalisa sumber ? sumber sejarah yang akhirnya
menghasilkan suatu rangkaian peristiwa; 4) Historiografi / Penulisan sejarah
merupakan penulisan, pemaparan hasil penelitian sejarah yang dilakukan.
Kondisi masyarakat pasca kemerdekaan cukup memprihatinkan yang
sebagian besar hidup dalam kemiskinan dan rusaknya sarana dan prasarana
akibat perang kemerdekaan. Selain itu juga kondisi ekonomi diperburuk dengan
adanya laju inflasi yang sangat tinggi di masyarakat. Inflasi terjadi karena uang
yang beredar di masyarakat tidak terkendali. Inflasi yang terjadi disebabkan oleh
belakunya tiga mata uang yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang
pemerintahan Hindia Belanda dan mata uang Jepang, dan pemerintah tidak
dapat menyatakan bahwa uang tersebut tidak berlaku sebab pemerintah belum
bisa mengeluarkan mata uang sendiri. Keadaan juga menjadi tambah sulit
karena adanya blokade ekonomi yang dilakukan oleh Belanda dan kembalinya
NICA ke Indonesia dengan membonceng tentara sekutu dengan tujuan untuk
kembali menduduki negara Indonesia. Hal itu menjadi pemicu terjadinya kembali
perang antara masyarakat Indonesia dengan tentara Belanda. Sehingga banyak
upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat lainnya guna
mempertahankan kemerdekaan dan menciptakan ketahanan nasional bagi
bangsa Indonesia.