Abstract :
Di Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah telah ada
petugas Inseminasi Buatan (IB), namun karena jumlahnya yang terbatas dan
pendidikan yang dimiliki juga tidak berlatar belang pendidikan peternakan, maka
sering memberikan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi yang
menyebabkan sapi setelah dilakukan Inseminasi Buatan (IB) gagal bunting.
Selain itu karena tempat domisili petugas yang berjauhan dengan pembagian
tempat kerja dan belum adanya posko pengaduan Inseminasi Buatan (IB) pada
sapi, menyebabkan petani peternak sapi terlambat melaporkan masa birahi sapi,
sehingga harus menunggu masa birahi kembali baru dilakukan Inseminasi
Buatan (IB). Selain itu kurang disiplinya petugas Inseminasi Buatan (IB) untuk
segera memberikan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) juga menjadi faktor
kegagalan dalam Inseminasi Buatan (IB). Permasalahan lain yang muncul adalah
petugas tidak dapat dihubungi nomor Hand Phone (HP)-nya saat ada sapi yang
sedang birahi mengakibatkan birahi sapi terlewati sehingga petani peternak
masih harus menunggu 21 hari lagi untuk mendapatkan masa birahi sapi.
Populasi sebanyak 155 petani peternak sapi dengan sampel yang
digunakan sebanyak 34 responden.