Abstract :
Pengembangan modul pembelajaran berbasis kontekstual untuk mengukur kemampuan berpikir kritis metematis siswa MTs bertujuan menghasilkan produk yang layak dan praktis. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Instrumen dalam penelitian pengembangan menggunakan angket validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain untuk mengetahui kriteria kelayakan, angket respon peserta didik mengetahui kriteria kepraktisan. Analisis data terbagi menjadi 2 yaitu data kuantitatif berupa persentase dan kualitatatif berupa deskripsi. Nilai persentase akhir ahli materi dan bahasa yang didapatkan adalah sebesar 88% dan nilai persentase akhir ahli desain yang didapatkan adalah sebesar 77,33%, sehingga didapatkan hasil nilai persentase rata-rata sebesar 82,67% atau masuk dalam kategori sangat layak. Sedangkan data hasil uji kepraktisan memperoleh nilai persentase akhir sebesar 86,53% atau masuk dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa produk berupa modul pembelajaran berbasis kontekstual untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa MTssangat layak dan sangat praktis. Sehingga penggunaan modul pembelajaran
dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi pembelajaran dan menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.