Abstract :
Tingginya harga stimulan untuk meningkatkan produksi lateks berbahan
sintesis mendorong pemanfaatan stimulan berbahan alami (kulit pisang) yang
mudah didapat dan tidak perlu membeli untuk mendapatkannya. Penggunaan
kulit pisang sebagai stimulan alami perlu diteliti dengan tujuan untuk mengetahui
perbedaan produksi lateks antara stimulan kulit pisang kepok manado dan
bawen, untuk mengetahui mana dosis yang terbaik untuk produksi lateks dan
untuk mengetahui leaflet hasil penelitian layak tidaknya sebagai sumber belajar
biologi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 1 kontrol, yaitu kulit
pisang P0: Kontrol, P1: 50 gram, P2: 100 gram, P3: 150 gram, P4: 200 gram
setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan uji non-parametrik Mann Whithey U. Hasil penelitian menunjukkan
ada perbedaan produksi lateks antara stimulan kulit pisang Kepok Manado dan
Bawen dengan hasil rata-rata berat lateks tertinggi 142 gram yang menggunakan
50 gram kulit pisang Kepok Manado, dan rata-rata berat lateks tertinggi 137 gram
yang menggunakan 150 gram kulit pisang Bawen. Produk hasil penelitian ini
dijadikan sumber belajar berupa leaflet dengan rata-rata hasil validasi ahli materi
75% dan ahli desain 95%.