Abstract :
Di Indonesia hanya (6%) alat kesehatan yang beredar adalah produk
lokal. Angka yang rendah di banding dengan Malaysia (10%), Vietnam (13%)
dan Thailand (33%), data ini menunjukan ketergantungan Indonesia yang tinggi
akan produk impor. Logam magnesium menjadi perhatian khusus dari para
peneliti biomaterial karena merupakan material yang tepat untuk aplikasi scaffold
tulang yang mampu terdegradasi dalam tubuh secara gradual. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui variasi temperatur sintering pada proses metalurgi
serbuk terhadap nilai kekuatan tekan dan struktur mikro. Bahan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah serbuk magnesium (Mg), yang kemudian di bentuk
menggunakan alat metalurgi serbuk dengan kompaksi spesimen dengan gaya
kompresi 270 MPa dengan waktu 5 menit, kemudian dilakukan proses sintering
pada alat furnance atau tungku pemanas yang vacum dengan memvariasikan
temperatur sintering. Hasil pada pengujian tekan ditemperatur sintering 350
C
adalah 4,7 Mpa, 400
o
C adalah 18,2 Mpa. Pada
pengujian struktur mikro didapatkan hasil pada temperatur 350°C yaitu 45,70%,
pada temperatur 400°C adalah 27,52% dan dan ditemperatur 450°C yaitu
18,60%. Disimpulkan bahwa hasil yang sesuai dengan sifat mekanik tulang
cancllous adalah pada variasi temperatur 350°C yaitu pori-pori 45,70% dan
kekuatan tekan 4,4 Mpa.
o
C adalah 8,8 Mpa, dan 450
o