Abstract :
ABSTRAK
Air irigasi merupakan sumberdaya pertanian yang sangat strategis. Agar
jaringan irigasi tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, maka
diperlukan adanya pengelolaan jaringan irigasi yang efektif dan efisien.
Pengelolaan jaringan irigasi akan mempengaruhi sistem pemberian air pada
petak-petak sawah dan tingkat pelayanan irigasi yang diterima oleh petani. Pada
musim kemarau kebutuhan air di areal pertanian Desa Purwodadi belum dapat
terpenuhi, sehingga sangat berpengaruh pada hasil produksi petani. Hal tersebut
terjadi kemungkinan dikarenakan pengelolaan air irigasi dan pendistribusiannya
masih kurang merata. Berdasarkan pada pernyataan di atas, maka penelitian ini
dilakukan dengan maksud untuk mengkaji pemanfaatan dan penyaluran air
irigasi pada areal persawahan tersebut. Areal persawahan yang dimaksud dialiri
oleh saluran irigasi KR 2A kiri di Desa Purwodadi, Kecamatan trimurjo,
Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini dilakukan secara bertahap, langkahlangkah
dalam pengumpulan data yaitu melakukan survei lokasi dengan
mengukur dimensi saluran dan mengukur dimensi pintu air, melakukan penelitian
dan perhitungan jumlah debit air yang masuk pada pukul 08.00 WIB, yang
dilakukan adalah melihat tinggi air dengan pengukur tinggi air, menghitung
jumlah kebutuhan air di sawah dengan memperhitungkan faktor kehilangan air
akibat faktor jarak, menghitung total jumlah kehilangan air pada saluran yang
berasal dari faktor rembesan, kesalahan operasional pintu air dan faktor jarak
saluran ke petak sawah, menghitung tingkat efisiensi penyaluran air irigasi pada
saluran irigasi KR 2 A Kiri Desa Purwodadi, dan yang terakhir membuat diagram
tingkat efisiensi yang terjadi. Berdasarkan hasil diagram grafik hubungan antara
debit masuk dan debit keluar serta persentase efisiensi saluran maka dapat
disimpulkan bahwa nilai kehilangan air pada saluran A adalah sebesar 0,10 m
3
/d
dengan nilai efisiensi 84,76%, saluran A merupakan saluran yang memiliki
persentase efisiensi terendah daripada saluran B dan C. Dimana saluran B
memiliki nilai kehilangan air sebesar 0,05 m
3
/d dan nilai persentase efisiensi
sebesar 91,84% sedangkan saluran C memiliki nilai kehilangan air sebesar 0,01
m
3
/d dengan nilai persentase efisiensi sebesar 98,98%.Faktor yang
menyebabkan kehilangan air pada saluran SA, saluran SB, dan saluran SC
adalah karena sebagian saluran masih belum ditalut dan masih banyaknya
tanaman-tanaman liar yang tumbuh di sepanjang saluran irigasi.
Kata Kunci: Irigasi, Kehilangan Air, Saluran, Efisiensi.