Abstract :
Perilaku merupakan segala sesuatu yang dilakukan individu yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung, perilaku seseorang dapat diukur dengan cara melihat apa yang dilakukan seseorang tersebut atau bahkan mendengarkan apa yang sedang dikatakan. perilaku peserta didik yang suka secara individual tidak memperhatikan keadaan teman yang ada di sekitarnya, bahkan ada pula peserta didik yang tidak peduli apa yang sedang dilakukan oleh teman sekelasnya, sehingga muncul perilaku egosentris. Sikap egosentris itu sendiri yaitu meningkatnya kesadaran diri yang terwujud pada keyakinan diri mereka bahwa orang lain memiliki perhatian amat besar, sebesar perhatian mereka, terhadap diri mereka, dan terhadap perasaan akan keunikan pribadi mereka.
Fokus masalah yang diteliti adalah upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengurangi perilaku egosentris peserta didik. Adapaun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam mengurangi perilaku egosentris.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, penelitian ini membahas Upaya guru Bimbingan dan koseling (X) dan perilaku egosentris (Y).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan bimbingan salah satu layanan bimbingan yang dapat digunakan untuk menurunkan perilaku egosentris yaitu layanan klasikal, layanan konseling kelompok, layanan konseling individual. Dalam hal ini layanan konseling individu yang diberikan guru Bimbingan dan Konseling memberikan pengaruh positif dalam mengurangi perilaku peserta didik yang mencerminkan egosentris. Hal tersebut dapat dilihat dari berkurangnya perilaku egosentris, peserta didik sudah mau berbagi dan berempati terhadap teman-temannya.