Abstract :
Salah satu masalah yang dihadapi remaja adalah kurangnya kepercayaan diri
yang dapat mempengaruhi proses belajar. Remaja yang memiliki kepercayaan
diri yang rendah sering kali tidak berani mengemukakan pendapat atau
menjawab pertanyaan di kelas, yang berdampak pada hasil belajar mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui
layanan konseling kelompok dengan teknik simulation games. Metode yang
digunakan adalah eksperimen pretest-posttest dengan sampel 12 siswa kelas
VIII di SMP Negeri 04 Metro, dipilih melalui purposive sampling berdasarkan
tingkat kepercayaan diri (tinggi, sedang, rendah). Intervensi dilakukan dalam tiga
sesi konseling kelompok pada bulan Juli 2024. Data dikumpulkan menggunakan
angket kepercayaan diri sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi.
Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan paired sample t-test
dengan software JAMOVI versi 2.3. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan
dalam kepercayaan diri siswa dari skor rata-rata 71.8 (pretest) menjadi 86.3
(posttest) dengan nilai p < 0.001 dan Cohen?s d sebesar 1.48. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih besar dan beragam untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian, serta mempertimbangkan variabel lain seperti jenis kelamin dan latar belakang sosialekonomi yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri siswa.