Abstract :
Industri Kerajinan Tradisional, khususnya Industri Kecil Menengah (IKM) Allysa
Tapis Lampung, menghadapi tantangan persaingan bisnis dan keberlanjutan
bisnis mereka di tengah perubahan dinamis dalam lingkungan bisnis dan
preferensi konsumen yang beragam. Hambatan utama yang dihadapi
adalah persaingan yang semakin ketat, keterbatasan akses pasar yang luas,
strategi pemasaran yang kurang efektif, dan kendala dalam inovasi produk.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis pada IKM Kerajian
Tradisional Allysa Tapis Lampung di Kelurahan Yosodadi-Metro Timur dalam
menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Penelitian dilakukan
menggunakan metode deskriptif dengan mekanisme pendekatan kuantitatif.
Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data
primer diperoleh langsung dari narasumber melalui wawancara bersama pemilik
usaha IKM Allysa Tapis Lampung di Yosodadi Metro Timur. Sedangkan data
sekunder diperoleh dari berbagai refrensi yang berkaitan dengan penelitian. Hasil
analisis menunjukkan bahwa IKM Kerajian Tradisional Allysa Tapis Lampung
menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga daya saingnya di pasar. Oleh
karena itu, beberapa strategi bisnis diajukan, termasuk diversifikasi produk,
peningkatan kualitas, ekspansi pasar, dan penguatan branding. Selain itu, upaya
kolaborasi dengan pemerintah setempat dan pihak terkait lainnya juga dianggap
penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis IKM ini. Dalam strategi bisnis
disimpulkan bahwa IKM Allysa Tapis Lampung dapat meningkatkan daya
saingnya dengan menggunakan strategi pemasaran digital, beradaptasi dengan
perubahan tren konsumen, dan melakukan analisis menyeluruh terhadap
perubahan penghasilan bulanan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.