Abstract :
Strategi penguatan ekonomi desa melalui BUMDes, menjadi salah satu
solusi untuk melepaskan ketergantungan masyarakat desa terhadap bantuan
pemerintah dan untuk menggali potensi daerah. Keberhasilan dari Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) sangat ditentukan oleh strategi yang diambil oleh pengelola
atau pengurus BUMDes. Namun fenomena yang terjadi saat ini adanya fakta
yang menyebutkan bahwa BUMDes belum optimal berkontribusi menggerakkan
ekonomi desa. Permasalahan pada BUMKam Agro Makmur belum berkembang
sesuai yang direncanakan. Pengelolaan BUMKam belum didasarkan pada hasil
pemetaan bisnis sehingga belum terkonsep manajemen dan strategi usaha yang
dijalanlkan selama ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil Pemetaan Bisnis
BUMKam Agro Makmur Kampung Depokrejo Kecamatan Trimurjo Kabupaten
Lampung Tengah.
Jenis penelitian adalah penelitian yang mengkombinasikan pendekatan
kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan observasional analitik. Objek dalam
penelitian ini adalah pemetaan bisnis menggunakan Business Model Canvasing.
Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Badan Usaha Milik Kampung di Kampung
Depokrejo Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Populasi penelitian
adalah Aparat Kampung dan pengurus Badan Usaha Milik Kampung. Teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi dan studi
literatur. Alat analisis yang digunakan adalah menggunakan analisa Business
Model Canvas.
Hasil penelitian menunjukkan Segmen Pelanggan dari BUMKam Agro
Makmur Kampung Depokrejo adalah perusahaan yang mendaur ulang sampah
serta masyarakat yang membutuhkan produk daur ulang untuk keperluan industri
kreatif dalam skala kecil. Porsi nilai produk yang dihasilkan sudah disortir sejak
dari rumah tangga sehingga tidak hanya sampah yang dihasilkan sudah terpilihpilah
dengan baik. Jaringan usaha dengan pabrik yang ada di dalam provinsi
Lampung dan juga antar provinsi. Hubungan dengan pelanggan dilakukan
dengan komunikasi terkait spesifikasi sampah yang memenuhi kriteria mereka
serta update harga terbaru Sumber pendapatan utama adalah selisih antara
harga beli dan harga jual jumlah produk yang dihasilkan.Sumber Daya Kunci
terdiri atas masyarakat yang menyetorkan sampah daur ulang, pengurus badan
usaha serta sarana dan prasarana. Kegiatan Inti (Key Activities) menyediakan
sampah daur ulang yang sudah di kelompokkan dalam berbagai jenis seperti
sampah plastik, kertas, kardus, besi dan lain-lain Kemitraan kunci dengan
masyarakat, pabrik penampung produk serta lembaga perangkat kampung
Struktur biaya diantaranya yaitu biaya modal, biaya operasional, biaya overhead
dan biaya untuk gaji dari pengurus.