Abstract :
Masa remaja dikenal sebagai periode kritis dalam perkembangan
psikologis dan sosial, di mana individu cenderung menunjukkan perilaku yang
didorong oleh rasa ingin tahu yang tinggi tanpa memperhatikan konsekuensi.
Dalam konteks ini, perilaku agresif di lingkungan sekolah menjadi perhatian
serius, dengan insiden perundungan yang cukup tinggi berdasarkan survei
nasional oleh Kemendikbudristek pada tahun 2022.
Penelitian
ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain
korelasional untuk menguji hipotesis apakah terdapat hubungan signifikan antara
pola asuh otoriter (sebagai variabel bebas) dan perilaku agresif (sebagai variabel
terikat). Sampel penelitian diambil dari populasi peserta didik kelas XI di SMKN 1
Metro menggunakan teknik Simple Random Sampling, yang menghasilkan 41
responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert yang
menilai aspek-aspek pola asuh otoriter dan perilaku agresif.